Panduan Ibadah Bulan Ramadhan

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan
Panduan Ibadah Bulan Ramadhan

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan ini kita mulai dengan menyimak khutbah Rasulullah SAW menjelang Bulan Ramadhan berikut ini

KHUTBAH RASULULLAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Wahai manusia ! Sesungguhnya kalian telah dinaungi oleh bulan nan agung yang penuh barokah, bulan di mana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di bulan tersebut sebagai wajib, sedangkan sholat di malamnya sebagai sunnah.

Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah sunnah, sama seperti orang yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan lainnya. Barangsiapa menunaikan ibadah fardhu pada bulan itu, sama dengan menunaikan ibadah fardhu 70 kali di bulan lainnya. 

Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, pahala sabar adalah surga. Bulan Ramadhan adalah bulan solidaritas (tolong-menolong), dan bulan di mana rizki orang mukmin bertambah.

Barangsiapa memberi buka puasa pada bulan itu kepada yang berpuasa, maka baginya maghfirah (ampunan) bagi dosa-dosanya dan bebas dirinya dari api neraka. Ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Para sahabat bertanya:

“Tidak mungkin kami semua dapat memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa

Rasulullah menjawab:

“Allah SWT akan memberi pahala (seperti) itu kepada siapa saja yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa (meskipun) dengan sebutir kurma atau seteguk air.”

Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Dan barangsiapa meringankan (beban) pembantu atau pegawainya (di bulan) tersebut maka Allah akan mengampuni dosanya dan Allah bebaskan dia dari api neraka. 

Dan perbanyaklah pada bulan Ramadhan ini empat perkara, (yakni) dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu, ialah membaca syahadat (asyhadu anlaa ilaaha illallah) dan membaca istighfar (astaghfirullah).

Sedang dua perkara yang justru tidak boleh tidak dari padanya, ialah memohon surga dan berlindung pada Allah dari api neraka. Barangsiapa memberi minuman bagi orang yang berbuka puasa, maka Allah akan memberinya minuman dari telagaku, ia tidak akan haus lagi setelah itu selamalamanya.

(Khutbah Rasulullah di depan para sahabat pada hari terakhir dari bulan Sya‟ban, diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi, dan Ibnu Hibban dari Salman AlFarisi, dari Nabi saw).

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan, Sebelum Bulan Ramadhan

Sebelum Bulan Ramadhan, lebih tepatnya bersiap menyambut Bulan Ramadhan Sejak Bulan Rajab, dengan melakukan atau mepersiapkan hal-hal sebagai berikut :

Mempersiapkan Hati

Mempersiapkan hati / menghadirkan hati Hadirnya hati insya Allah dapat diwujudkan melalui sikap hati ridha dan meningkatkan kerinduan terhadap Ramadhan, dan diwujudkan dalam bentuk pembersihan hati / kendali hati terhadap seluruh aktivitas / khusyu‟, sehingga menghasilkan keikhlasan.

Hendaknya melakukan tindakan preventif dan pengobatan terhadap segala bentuk penyakit hati. Hendaknya meningkatkan taqarrub ilallah melalui iman, amal shaleh  dan doa. Semua itu menjadi modal  untuk berdakwah secara ikhlas.

Mempersiapkan fisik

Mempersiapkan fisik / jasad seprima mungkin Di samping mempersiapkan hati agar senantiasa ridha dan ikhlas terhadap seluruh ketentuan Allah, khususnya yang berkaitan dengan puasa Ramadhan, fisik atau jasad juga perlu dipersiapkan secara prima agar tetap tegar, tidak mudah letih (lesu), serta senantiasa sehat dalam melaksanakan perintah-perintahNya.

Seluruh organ tubuh hendaknya dioptimalkan dalam rangka mencegah dan menghindari halhal yang dapat mengurangi apalagi membatalkan nilai-nilai puasa Ramadhan (mencegah diri dari perbuatan maksiat melalui organ-organ tubuh seperti melalui mata, telinga, lisan, tangan, kaki, dll.).

Serta dioptimalkan pula untuk meraih nilai nilai puasa Ramadhan (memperbanyak tilawah dan taddabur Al-Qur‟an, membaca doa dan istighfar, dll).

Rasulullah mencontohkan di bulan Sya‟ban beliau memperbanyak puasa sunnah dalam rangka mempersiapkan puasa di bulan Ramadhan.

Mempersiapkan Keilmuan

Mempersiapkan / meningkatkan pemahaman melalui kajian / penambahan ilmu Hendaknya disadari bahwa keabsahan dan nilai suatu amal ditentukan oleh niatnya (keikhlasan), sedangkan keikhlasan sangat ditentukan oleh kefahaman.

Kefahaman sangat ditentukan oleh tambahan pengetahuan / ilmu. Pada gilirannya, peningkatan kefahaman akan membawa kepada peningkatan ilmu dan amal, sehingga akan melahirkan peningkatan prestasi.

Kelebihan Bulan Ramadhan

Allah SWT telah menjanjikan  kelebihan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya bagi yang melaksanakan ibadah puasa, antara lain:

  • tidurnya ibadah,
  • diamnya baca tasbih,
  • ibadah sunnah nilainya sama dengan ibadah wajib,
  • ibadah wajib nilainya dilipatkan 70 kali,
  • ada malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan,
  • serta keutamaan bulan Ramadhan yang tercermin dari sebutannya yaitu syahrullah, syahrut-tarbiyah, syahrus-shobri, syahrudda‟wah, syahrul-Qur‟an, syahrul-mubarak, syahrul-adhim, dll.

Bagi para da‟i, Ramadhan adalah kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dakwah, bukan sekedar bulan peningkatan kualitas pribadi.

Mempersiapkan program

Mempersiapkan program Bagi kaum muslimin, terutama para da‟i harus ada program dikaitkan dengan dakwah, tidak hanya program bagi dirinya.

Sebagai contoh:

  • mengkhatamkan al-Qur‟an dan mentadabburi serta mengamalkannya, untuk kemudian didakwahkan,
  • membaca, memahami dan mengamalkan  hadits rasul dan sirah, untuk kemudian didakwahkan,
  • menunaikan amal-amal yaumiyah dengan ikhlas, untuk kemudian didakwahkan pada setiap kesempatan,
  • dakwah dalam keluarga, kerabat, tetangga, dst.,
  • meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui amar ma‟ruf nahyi munkar.

Mensucikan Diri

Mensucikan diri melalui habluminallah dan      habluminannas.  Ingat tiga kategori dosa, yaitu :

  • dosa syirik yang tidak terampuni kalau tidak tobat dan terbawa mati, 
  • dosa yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT secara langsung, (3) dosa yang berkaitan dengan sesama manusia. Ketiga kategori dosa tersebut memerlukan taubatan nashuha (tobat yang sebenar-benarnya).

Ciri taubatan nasuha,

Adapun ciri taubatn nasuha diantara nya :

  • tobatnya dilandasi dengan iman (ikhlas karena Allah SWT),
  • menyesali, jera dan tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut
  • mengiringi dengan amal-amal sholeh,
  • khusus untuk kategori dosa ke tiga, harus diawali dengan permintaan maaf terhadap manusia yang bersangkutan.

Oleh karena itu bereskan semua hal di atas sebelum bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah syahrut-taubah.

Di samping itu usahakan pula masuk bulan Ramadhan dalam keadaan mensucikan diri. Dalam hal ini semua amanah agar diselesaikan/ditunaikan, baik amanah yang terkait langsung dengan Allah SWT (misalnya seperti hutang shaum) maupun dengan sesama (misalnya pinjaman barang-barang, atau hutang, dll).

Mempersiapkan sarana dan prasarana 

Mempersiapkan sarana dan prasarana  Untuk mengkondisikan tercapainya upaya pada poin  1 sampai 5 di atas, hendaknya dipenuhi semua sarana dan prasarana yang diperlukan, misalnya:

  • dana yang halal,
  • Mushaf Al-Qur’an / bahan bacaan, hadits, sirah, dll.,
  • pakaian, sajadah, mukena, peci, dll.,
  • pemakmuran mushalla / masjid dll.,
  • kendaraan untuk berdakwah, serta sarana-prasarana lain yang diperlukan.

Demikian lah persiapan atau panduan ibadah bulan ramadhan yang perlu di persiapkan sejak sebelum datang nya bulan Ramadhan, lebih utama sejak 3 bulan sebelum nya, yaitu sejak bulan Rajab sudah mulai siap-siap.

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan, Tuntunan Ibadah Puasa

Berikut kami jelaskan tuntunan ibadah bulan Ramadhan, khusus nya terkait puasa Ramadhan.

Hukum Puasa Ramadhan

Hukum mengerjakan puasa Ramadhan adalah wajib bagi tiap muslim, sebagaimana firman Allah SWT dan sabda Rasulullah berikut.

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (Al-Baqarah/2:183)

Islam itu didirikan atas lima asas yaitu: Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, mengerjakan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan. (HR Bukhari Muslim)

Keutamaan Puasa Ramadhan

Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda ketika telah datang bulan Ramadhan, Sungguh, telah datang padamu bulan yang penuh berkah, di mana Allah mewajibkan kamu berpuasa, di saat dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu setan-setan, dan di mana dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tidak berhasil beroleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya. (HR Ahmad, Nasai dan Baihaqi).

Diterima dari Arfajah, padanya disampaikan hadits tentang Ramadhan oleh temannya yang berkata: Saya dengar Rasulullah saw bersabda mengenai Ramadhan, „Pada bulan itu ditutup pintu-pintu neraka, dibuka pintu-pintu surga, dan dibelenggu setan-setan. Ulasnya lagi, Dan seorang malaikat akan berseru, „Hai pecinta kebaikan, bergembiralah! dan Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! sampai Ramadhan berakhir. (HR Ahmad dan Nasai).

Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, „Sholat yang lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahankesalahan yang terdapat di antara masing-masing selama kesalahan besar dijauhi. (HR Muslim).

Dan dari Abu Said al-Khudri ra bahwa Nabi saw bersabda, Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang sebelumnya.  (HR Ahmad dan Baihaqi).

Dan diterima dari Abu Hurairah, katanya: Telah bersabda Rasulullah saw, Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhoan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR Ahmad dan Ash-Habus Sunan).

Dari Abu Hurairah ra: Rasulullah saw berkata, Allah SWT berfirman (setiap amalan anak Adam untuknya kecuali puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan mengganjarnya). Puasa itu adalah perisai, maka bila seseorang diantaramu berpuasa jangan berkata jorok, bersuara kasar, dan berbuat jahil. Apabila ada yang mengumpatnya atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia katakan, „Aku sedang berpuasa, sebanyak dua kali. Demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak misk pada hari kiamat. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ketika berbuka puasa gembira dengan bukanya, dan ketika bertemu Rabbnya gembira dengan (pahala) puasanya. (HR Ahmad, Muslim, dan Nasai).

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah saw berkata, Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Berkata puasa (shiyam), Wahai Rabb, aku telah menahannya dari minuman dan makanan serta  syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku syafaat untuknya. Dan berkata Al-Quran  Aku telah menahannya dari tidur pada malam hari, maka jadikanlah aku syafaat untuknya. Lalu keduanya dijadikan syafaat untuknya. (HR Ahmad).

Dari Abu Said Al Hudzri ra: Nabi saw bersabda, Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, kecuali akan Allah jauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun/khorif. (HR Jamaah kecuali Abu Dawud).

Dari Sahal bin Saad: Nabi saw bersabda, Sorga itu memiliki suatu pintu yang dijuluki Rayyan. Akan diserukan pada hari kiamat, Di manakah orang-orang yang berpuasa? Apabila semua mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut. (HR Bukhari Muslim).

Sabda Nabi saw, Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang kamu dalam perang dari serangan musuh. (HR Ahmad).

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan Tentang Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Seseorang diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan apabila telah memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Islam
  2. Baligh (dewasa)
  3. Sehat akal dan badan
  4. Muqim (tidak sedang bepergian)
  5. Kuat mengerjakan puasa
  6. Tidak dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.

Syarat Khusus

Bagi yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, diatur dengan ketentuan berikut:

  • Tidak wajib mengerjakan dan tidak wajib mengganti, yaitu yang belum masuk Islam, belum dewasa, atau gila (HR Ahmad dan Hakim dari „Aisyah ra) 2. Haram berpuasa dan wajib mengqadha (mengganti puasa) di bulan lain, yaitu wanita yang haid atau nifas ketika tengah berpuasa Ramadhan (HR Jama‟ah dari Muadz)
  • Boleh berbuka puasa di siang Ramadhan dan wajib mengqadha, yaitu bagi yang sakit sehingga tidak kuat berpuasa atau yang bepergian (safar) sehingga memberatkan bila berpuasa (Al-Baqarah/2:184)
  • Boleh berbuka puasa tetapi sebagai gantinya wajib membayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin tiap hari satu orang, dengan harga makanan yang biasa dimakan untuk satu hari, yaitu bagi yang tidak kuat sama sekali mengerjakan puasa seperti karena lanjut usia (AlBaqarah/2:184)
  • Boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha atau membayar fidyah, yaitu bagi wanita hamil atau menyusui anak (Al-Baqarah/2:184)

Rukun (Fardhu) Puasa Ramadhan

  1. Berniat puasa di malam hari (HR Ahli Hadits yang Lima)
  2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa berupa makan, minum, dan bersetubuh, dari semenjak fajar sampai terbenam matahari (Al-Baqarah/2:187).

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

  1. Makan dan minum dengan sengaja; jika karena lupa maka tidak membatalkan puasa (Al-Baqarah/2:187; HR Bukhari Muslim)
  2. Muntah dengan sengaja; jika tidak disengaja maka tidak membatalkan puasa (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hasan)
  3. Keluar darah haidh atau nifas (HR Bukhari)
  4. Mengeluarkan air mani karena aktivitas yang disengaja
  5. Makan, minum, atau bersetubuh suami istri karena menyangka fajar belum terbit atau telah masuk waktu berbuka, dan ternyata fajar telah terbit atau belum waktu berbuka
  6. Memakan/menelan sesuatu yang bukan tergolong makanan melalui mulut dengan sengaja
  7. Memasukkan sesuatu melalui lubang tubuh selain mulut (hidung, telinga, qubul, dubur) dengan sengaja
  8. Meninggalkan niat walaupun tidak makan dan minum, meski tidak diartikan untuk berbuka
  9. Murtad dari agama Islam, meskipun kemudian ia kembali.
  10. Bersetubuh suami istri pada siang hari dengan    sengaja atas kemauan sendiri tanpa paksaan. Hal-hal di atas membatalkan puasa dan mewajibkan qadha (mengganti puasa di bulan lain).

Khusus untuk hal terakhir (nomor 10), bila dilakukan, maka puasanya batal, wajib mengqadha dan kaffarat sekaligus, berdasarkan hadits berikut:

Seseorang datang kepada Nabi saw seraya berkata: Binasalah aku ya Rasulullah! Beliau berkata: „Apa yang telah membinasakanmu? Ia menjawab: Aku telah menyetubuhi istriku di (siang) Ramadhan.

Beliau berkata: „Apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat memerdekakan budak? Ia menjawab: Tidak!

Beliau bersabda: Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?.  Ia menjawab: Tidak!

Beliau bersabda: Apakah kamu mempunyai sesuatu yang dapat memberi makan enam puluh orang miskin?. Ia menjawab: Tidak!

Kemudian ia duduk. Nabi saw membawakan se-irq (tempat yang memuat 15 sha) penuh korma, lalu beliau bersabda kepadanya: Bersedekahlah dengan ini.

Ia menyahut: Apakah kepada yang lebih faqir dari kami? Padahal tidak ada orang di seantero Madinah lebih membutuhkannya dari pada kami? Maka tertawalah Nabi saw hingga tampak gigi gerahamnya seraya berkata kepadanya: „Pergilah, lalu berikan makan keluargamu dengannya!

(HR Jamaah dari Abu Hurairah).

Hal-hal yang Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan atau  Boleh Dilakukan Sewaktu Puasa Ramadhan  

  1. Mandi keramas atau membasahi kepala dengan air (HR Bukhari dan Muslim dari „Aisyah ra)
  2. Berkumur dan membersihkan lubang hidung dengan air asalkan tidak berlebihan
  3. Bersiwak atau menyikat gigi asalkan tidak berlebihan
  4. Menelan ludah
  5. Muntah berkali-kali tanpa disengaja, asal jangan ada yang tertelan kembali setelah sampai di ujung lidah
  6. Makan dan minum karena lupa
  7. Mengeluarkan air mani tanpa sengaja, misalnya karena mimpi
  8. Keluar darah karena luka, mimisan
  9. Tertelan hewan kecil, karena masuk ke dalam mulut tanpa sengaja
  10. Berbekam, kerokan dsb bila tidak dikhawatirkan melemahkan stamina
  11. Menghisap debu jalan, asap pabrik atau asap-asap lainnya yang tidak mungkin menghindar darinya
  12. Berciuman dengan istri bagi yang mampu menahan gejolak syahwat
  13. Makan, minum, dan bersetubuh suami-istri pada malam hari hingga terbit fajar 

Hal-hal yang Sangat Prinsip untuk Difahami  bagi Orang yang Berpuasa

Memenuhi seruan Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan ikhlas, ridha hanya karena Allah dan istiqamah dalam keihklasan / ridha tersebut.

supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah/98:5)

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,” (AlAnaam/6:162)

Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,

Siapa yang berbuka pada satu hari dari bulan Ramadhan tanpa keringanan yang diberikan Allah padanya, tiadalah akan dapat dibayar oleh puasa sepanjang masa walau dilakukannya. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,

Barangsiapa yang tidak mau meninggalkan perkataan palsu dan perbuatan palsu, Allah tidak akan memperdulikan amal perbuatan ketika meninggalkan makan minumnya (puasa).(HR Ahmad bin Hanbal, Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, „

Banyak orang yang berpuasa yang tidak dapat bagian (pahala) hanya lapar belaka dan banyak pula orang berjaga malam (untuk sholat dan dzikir) yang tidak mendapatkan bagian (pahala) dari berjaganya itu kecuali hanyalah (kelelahan) berjaga-jaga itu saja. (HR Ibnu Majah).

Alangkah kecewanya orang yang ketika tiba malam bulan Ramadhan hingga habis bulan Ramadhan tidak diberi ampunan dan mengakui seluruh kemenangan yang diraih di jalan Allah, khususnya di bulan Ramadhan, adalah karena pertolongan, karunia, dan rahmat Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkahlangkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (AnNuur/24:21).

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus/10:58)

Adab-adab yang Menyempurnakan  Ibadah Puasa Ramadhan

Termasuk dalam Panduan Ibadah Bulan Ramadhan yang sangat penting adalah memahami adab adab yang menyempurnakan ibadah puasa sebagaimana di jelaskan berikut ini :

Melaksanakan makan sahur     

Rasulullah saw bersabda:Bersahurlah kamu, karena dalam sahur itu ada berkah (HR Bukhari Muslim).

Makan sahur yang afdhal (utama) adalah di akhir waktu (ta‟khir) menjelang/ mendekati Subuh.

Menyegerakan berbuka puasa (ta’jil ifthor) bila telah tiba waktunya 

Dari Abdullah bin Umar bin Khattab ra, ia berkata: „Adalah Rasulullah saw apabila berbuka beliau berdoa “Dzahaba-dz dzamau wabtalati-l uruuqu wa tsabata-l ajru, insyaa Allah Telah hilanglah rasa dahaga, dan telah basahlah tenggorokan dan tetaplah pahala, insyaa Allah”„ (HR Abu Dawud, Nasai, Bazar, Daruquthni, Hakim dan Baehaqi).

Memperbanyak tilawah Al-Qur’an disertai tadabbur (penghayatan) kandungannya    

Sabda Rasulullah saw: „Orang yang berkumpul di masjid dan membaca Al-Quran serta mengkajinya, niscaya Allah akan turunkan kepada mereka ketenangan batin dan limpahan rahmat (HR Muslim).

Memperbanyak shodaqoh     

Bersabda Nabi saw: „Shodaqoh yang paling utama adalah shodaqoh pada bulan Ramadhan‟ (HR Tirmidzi).

Memperbanyak Tilawah Al Quran

Pahala ibadah di Bulan Ramadhan dilipatgandakan, sangat merugi jika tidak optimal dalam membaca, mentadabburi dan mengahfal Al Quran.

Seorang ulama besar, Ibnu Shalah (wafat tahun 643 H), penulis kitab ‘al-Muaqaddimah, sebuah karya terbesar di bidang ilmu hadits, mengatakan,tentang kemulyaan Al Quran sebagai berikut :

“Membaca al-Quran merupakan satu kemuliaan yang diberikan Allah Swt kepada umat manusia. Sesungguhnya para malaikat tidak diberikan kemulian itu. Mereka merindukan diberikan kemuliaan tersebut agar dapat mendengarnya.” (al-Itqan fi Ulum al-Qur’an 1/291)

Allah memberi derajat tinngi kepada para pengahafal Al Quran, Ramadhan bulan yang sangat di mudahkan bagi yang berazzam kuat untuk menghafal Al Quran.

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” HR Muslim dari Umar bin Khatthab.

Panduan Ibadah Qiyam Ramadhan (Tarawih)    

Yaitu shalat sunnat sebanyak sebelas atau dua puluh tiga rakaat (termasuk shalat witir) sendirian atau berjama‟ah.    

Sabda Nabi saw: Barang siapa melakukan shalat sunnah pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

Panduan Ibadah I’tikaf Bulan Ramadhan    

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: „Rasulullah saw selalu beritikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim).

I‟tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melakukan amalan ibadah  yang diisi dengan dzikir, do‟a, baca Al-Qur‟an, sholat, telaah kitab/buku, dll.

Meningkatkan ibadah pada malam ganjil pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Yaitu menghidupkan dan memakmurkannya dengan berbagai ibadah terutama pada malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan (HR. Bukhari-Muslim dari Anas).

Meningkatkan ketaqwaan dengan menjauhkan/    mengekang diri dari perbuatan dosa dan segala yang merusak nilai dan hikmah puasa     Sabda Nabi saw: “Banyak diantara orang yang berpuasa tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga.‟ (HR Ibnu Huzaimah dari Abu Hurairah).

Puasa itu menjadi perisai seseorang selama ia tidak merusaknya dengan dusta dan umpat.‟ (HR At Tabrani dari Abu Hurairah).       

Panduan Ibadah Bulan Ramadhan Tentang Hikmah Puasa Ramadhan

Berikut ini diantara hikmah puasa Ramadhan

  • Meningkatkan keikhlasan, kesabaran, keistiqomahan, dan tawakal (6:162; 98:5).
  • Meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai macam ujian dan dalam mengendalikan hawa nafsu (47:31; 89:27-30).
  • Mencegah diri dari perbuatan maksiat melalui organ-organ tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, kaki) serta akal dan hati 17:36).
  • Mengoptimalkan fungsi organ-organ tubuh serta akal dan hati dalam mengabdi kepada Allah SWT (51:17-18; 23:3).
  • Manifestasi iman, takwa, dan introspeksi diri (59:18; 3:133135; 51:15-23).
  • Perisai diri dari dosa dan godaan-godaan hidup (16:99).
  • Meningkatkan semangat untuk selalu beramal soleh secara optimal (99:7-8).
  • Meningkatkan kedisiplinan dan kejujuran (4:69; 33:70-71).
  • Menanamkan ukhuwah Islamiyah dan solidaritas (49:10).
  • Meningkatkan semangat jihad fisabilillah (29:69).
  • Meningkatkan kecintaan dan prasangka baik kepada Allah SWT (2:165). 
  • Menjaga dan meningkatkan kesehatan (ruhiyah, akliyah, dan jasadiyah) (2:168).
  • Meningkatkan derajat hidup, kesamaan hidup, dan menempatkan martabat manusia secara benar (49:13). 
  • Meningkatkan keharmonisan dalam keluarga sehingga terwujud keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (5:35). 
  • Meningkatkan semangat untuk memperoleh kesempatan meraih berkah, rahmat, maghfiroh, serta hidayah dari Allah SWT (10:58; 66:8) .

Demikian Risalah Panduan Ibadah Bulan Ramadhan, mudah mudahan bermanfaat.

[ promoterbesar.com ]

Summary
Panduan Ibadah Bulan Ramadhan
Article Name
Panduan Ibadah Bulan Ramadhan
Description
Panduan Ibadah Bulan Ramadhan, definisi, keutamaan, hikmah dan adab yang akan menyempurnakan ibdah Puasa Ramadhan
Author
Publisher Name
promoterbesar.com